Henidar Amroe


KARIER

Setelah mengurangi aktivitasnya di dunia modeling, Henidar mulai merambah ke dunia seni peran. Ia mengawali debutnya di dunia film dengan bermain film Pengantin Remaja II (1982), produksi PT Sukma Putra Film, yang disutradarai oleh Sandy Suwardi Hassan, dengan pasangan main Ikang Fawzi (yang juga baru untuk pertama-kalinya main film).[1] Henidar juga sempat bermain dalam film Kulihat Cinta di Matanya (1985). Setelah industri perfilman bangkit lagi, Henidar juga ikut meramaikannya dengan turut bermain dalam Petualangan Sherina (2000), Eliana, Eliana (2002), Gie (2005), Love is Cinta (2007).

Meski tak lagi sering tampil di catwalk, Henidar tetap eksis di dunia yang membesarkan namanya, yaitu modelling.

Jumat, 22 Mei 2009



Selasa, 04 Juni 2002, 13:17 WIB

Henidar Amroe: Pelacur dan Peran Gila

Jakarta, KCM


eko hendrawan
Henidar Amroe
Menjadi pelacur jelas bukan cita-cita wanita normal. Tapi tidak bagi artis sinetron peranakan Jawa-Sunda-Minang Henidar Amroe, yang enggan menyebutkan usianya. Suatu saat kelak, ia ingin menerima profesi itu. Lah, kok bisa?

Dengan enteng Henidar menuturkan, itu lantaran ia sudah kadung sering menerima peran antagonis. Makanya, ia ingin mencoba memainkan karakter yang lain dari sebelumnya. "Saya kepengen jadi pelacur, penyanyi dan orang yang berkepribadian ganda atau split personality. Sepertinya sangat menyenangkan karena sangat tidak mudah memerankan tokoh seperti itu," kata Henidar, saat dijumpai di GedungDua8, Kemang Utara, Jakarta Selatan, Senin (3/6).

Peran antagonis adalah peran yang jadi langganan Henidar. Setiap kali datang tawaran, peran itulah yang seringkali diterimannya. Dari dua film yang dibintanginya, Petualangan Sherina dan Eliana eliana, keduanya arahan sutradara Riri Riza, Henidar tampil memerankan tokoh antagonis, yang seringkali dibenci oleh penonton.

Di Petualangan Sherina, ia berperan sebagai tokoh Natasya yang licik dan angkuh. Sedangkan di film layar lebar terbaru karya Riri--yang baru saja memboyong dua penghargaan di Singapore International Film Festival XV, 25 April lalu--, Henidar kembali memerankan tokoh antagonis bernama Heni.

"Di Eliana, peran yang saya terima bisa dibilang antagonis meski tak harus marah-marah. Saya jadi wanita simpanan. Saya harus mengatur suara saya, Merokok sekian banyak dan tangan saya bergetar. Bagi saya peran itu gregetnya dalam banget. Pokoknya itu yang nikmat," katanya.

Kata Henidar, ia sendiri tak tahu kenapa banyak produser atau sutradara yang seringkali menawarinya peran antagonis. "Barangkali saya harus turunkan berat badan, ya?" selorohnya.

Ia sendiri mengaku tak mau sembarang menerima tawaran. Setidaknya, kata wanita yang memilih untuk melajang ini, ada tiga syarat yang harus dipenuhi jika ia mau menerima sebuah peran. "Pertama ceritanya bagus, terus sutradaranya dan syarat ketiga honor. Kalau tiga-tiganya enggak masuk, ya saya lupakan" ucap pemilik hidung lancip ini enteng