Henidar Amroe


KARIER

Setelah mengurangi aktivitasnya di dunia modeling, Henidar mulai merambah ke dunia seni peran. Ia mengawali debutnya di dunia film dengan bermain film Pengantin Remaja II (1982), produksi PT Sukma Putra Film, yang disutradarai oleh Sandy Suwardi Hassan, dengan pasangan main Ikang Fawzi (yang juga baru untuk pertama-kalinya main film).[1] Henidar juga sempat bermain dalam film Kulihat Cinta di Matanya (1985). Setelah industri perfilman bangkit lagi, Henidar juga ikut meramaikannya dengan turut bermain dalam Petualangan Sherina (2000), Eliana, Eliana (2002), Gie (2005), Love is Cinta (2007).

Meski tak lagi sering tampil di catwalk, Henidar tetap eksis di dunia yang membesarkan namanya, yaitu modelling.

Jumat, 22 Mei 2009

Henidar Amroe Suka Yang Menantang


Selasa, 10 Maret 2009 | 17:34 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Memerankan sosok hantu dalam sebuah film horor ternyata membutuhkan mental dan nyali cukup besar. Pasalnya, tak jarang sosok dan karakter makhluk halus yang diperankan itu, terus membayang pada diri sang pemeran. Lantaran itulah tak sedikit, pemeran hantu dalam sebuah film horor juga, kerap dibayangi rasa takut.

Setidaknya, itulah yang terjadi pada aktris senior Henidar Amroe. "Entah sugesti atau apa ya. Saat memerani tokoh hantu atau setan, aku nggak ada rasa takut. Tapi begitu selesai, rasa-rasanya merinding saat ingat-ingat sosok yang aku perani itu," tuturnya, di Planet Holywood, Jakarta, Selasa (10/3).

Namun, ketakutan dan perasaan ngeri yang dialami model dan peragawati era 1980-an ini, justru membawa dampak positif. Pasalnya, dengan rasa seperti itu, aktris kelahiran Bogor, Jawa Barat, 46 tahun lalu ini, menjadi serius memerani sosok hantu itu. "Ya, aku nggak ingin mempermainkan mereka, nggak mencoba untuk mengolok-olok mereka. Tetapi serius, bahwa apa yang aku perani adalah sosok mereka bukan untuk lucu-lucuan atau mainan," paparnya.

Walhasil, kualitas akting Heni pun cukup diakui. Yang terang, ia menjadi salah satu di antara sedikit aktris yang laris memerani film horor. "Mirror", "Pocong 2", "Pintu Terlarang", "Terowongan Rumah Sakit" adalah beberapa film yang dibintanginya.

Ngomong-ngomong, apa memang ingin menjadi spesialis film horor? "Ah nggak juga. Kalau aku berprinsip, sebagai seorang pekerja seni itu harus total. Nggak tanggung-tanggung, sehingga peran dan karakter apa saja harus bisa. Karena itu semua genre film harus dipelajari," akunya serius.

Lantas, pengalaman apa yang unik selama membintangi film horor selain dibayangi sosok hantu yang diperani? "Direndam sutradara di kamar mandi," ujarnya tertawa. Lho? "Iya aku direndam sampai lima jam sama sutradara di bath tub, akibatnya aku masuk angin dan demam sampai dua minggu, di film 'Terowongan Rumah Saklit'," jelasnya.

Tapi nggak kapok kan? "Oh nggak. Biar berat tapi menantang, aku suka kok film-film ini," sebutnya.

ARIF ARIANTO

Topik : Selebritas-Artis